DKI Jakarta: Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong pemilik kendaraan untuk mencari strategi efisiensi tanpa mengorbankan performa mesin. Salah satu langkah penting adalah tetap menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan.
Penggunaan BBM di bawah standar yang dianjurkan berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari penurunan performa mesin, gejala knocking atau ngelitik, hingga kerusakan komponen seperti pompa BBM dan injektor. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga bisa menjadi lebih boros dan meningkatkan risiko overheat.
”Worry-free, dengan memakai BBM sesuai rekomendasi justru akan menjaga efisiensi mesin dan membuat mobil tidak rakus meminum BBM. Hal lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kondisi mesin dimana salah satu yang terpenting adalah filter BBM. Bahan bakar yang bersih dan berkualitas akan meningkatkan kinerja mesin sehingga semakin efisien dan hemat BBM,” terang Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
Jaga Kualitas Filter BBM
Filter bahan bakar memiliki fungsi krusial dalam menjaga kebersihan sistem bahan bakar. Komponen ini bertugas menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran bahan bakar, pompa, injektor, hingga ruang bakar.
Baca Juga:
Pilihan Mobil Listrik 7 Seater Termurah Per Mei 2026
Jika filter BBM kotor, berbagai masalah bisa muncul. Tidak hanya performa mesin menurun, tetapi juga berpotensi merusak komponen vital. Dampaknya, efisiensi BBM justru menurun dan kenyamanan berkendara terganggu.
Oleh karena itu, penggantian filter BBM secara berkala menjadi langkah preventif yang penting. Tidak disarankan hanya membersihkan filter, karena kinerjanya tidak akan optimal seperti komponen baru.
Tanda-tanda Filter BBM Kotor
Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
1. Mesin Sulit Dihidupkan
Aliran bahan bakar yang tersumbat membuat suplai BBM tidak stabil, sehingga mesin sulit menyala.
2. Putaran Mesin Naik-Turun Saat Idle
Saat mesin stasioner, rpm menjadi tidak stabil dan cenderung naik turun tanpa beban.
3. Laju Mobil Tersendat-sendat
Tarikan kendaraan terasa tersendat akibat proses pembakaran yang tidak optimal.
Baca Juga:
Mobil Listrik Mogok, Jangan Asal Derek!
4. Mesin Mati Mendadak
Suplai bahan bakar yang terhambat dapat menyebabkan mesin mati, terutama saat beban tinggi.
5. Performa Mobil Turun
Penurunan tenaga mesin menjadi indikasi umum adanya masalah pada filter bahan bakar.
6. Komponen Mesin Rusak
Kotoran dapat menyumbat injektor dan merusak sistem bahan bakar, dengan potensi biaya perbaikan yang tinggi.
Penggunaan BBM di bawah standar yang dianjurkan berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari penurunan performa mesin, gejala knocking atau ngelitik, hingga kerusakan komponen seperti pompa BBM dan injektor. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga bisa menjadi lebih boros dan meningkatkan risiko overheat.
”Worry-free, dengan memakai BBM sesuai rekomendasi justru akan menjaga efisiensi mesin dan membuat mobil tidak rakus meminum BBM. Hal lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kondisi mesin dimana salah satu yang terpenting adalah filter BBM. Bahan bakar yang bersih dan berkualitas akan meningkatkan kinerja mesin sehingga semakin efisien dan hemat BBM,” terang Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
Jaga Kualitas Filter BBM
Filter bahan bakar memiliki fungsi krusial dalam menjaga kebersihan sistem bahan bakar. Komponen ini bertugas menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran bahan bakar, pompa, injektor, hingga ruang bakar.
Baca Juga:
Pilihan Mobil Listrik 7 Seater Termurah Per Mei 2026
Jika filter BBM kotor, berbagai masalah bisa muncul. Tidak hanya performa mesin menurun, tetapi juga berpotensi merusak komponen vital. Dampaknya, efisiensi BBM justru menurun dan kenyamanan berkendara terganggu.
Oleh karena itu, penggantian filter BBM secara berkala menjadi langkah preventif yang penting. Tidak disarankan hanya membersihkan filter, karena kinerjanya tidak akan optimal seperti komponen baru.
Tanda-tanda Filter BBM Kotor
Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
1. Mesin Sulit Dihidupkan
Aliran bahan bakar yang tersumbat membuat suplai BBM tidak stabil, sehingga mesin sulit menyala.
2. Putaran Mesin Naik-Turun Saat Idle
Saat mesin stasioner, rpm menjadi tidak stabil dan cenderung naik turun tanpa beban.
3. Laju Mobil Tersendat-sendat
Tarikan kendaraan terasa tersendat akibat proses pembakaran yang tidak optimal.
Baca Juga:
Mobil Listrik Mogok, Jangan Asal Derek!
4. Mesin Mati Mendadak
Suplai bahan bakar yang terhambat dapat menyebabkan mesin mati, terutama saat beban tinggi.
5. Performa Mobil Turun
Penurunan tenaga mesin menjadi indikasi umum adanya masalah pada filter bahan bakar.
6. Komponen Mesin Rusak
Kotoran dapat menyumbat injektor dan merusak sistem bahan bakar, dengan potensi biaya perbaikan yang tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
